Mau kerja..ingat facebook, lagi kerja..ingat facebook, pulang kerja buka facebook, mau bobo lagi-lagi buka facebook. Yach begitulah betapa salah satu jejaring sosial ini begitu mendapatkan tempat di hati para pengguna internet bahkan mobile phone dari semua usia dan kalangan. Facebook buatan buatan Mark Zuckerberg telah hadir bukan tanpa cela. Sadar tidak sadar facebook menjadi tempat semua cerita, keluh kesah curhat, masalah pribadi, masalah rumah tangga, bahkan data pribadi.
Berkaitan dengan data pribadi, bagi orang yang punya “keahlian” menjadikan facebook bisa dibuat menjadi tempat “berbahaya”. Hal tersebut pernah dikeluhkan sejumlah pengguna dan ramai diperbincangkan khalayak, bahwa pernah terjadi tereksposenya data pribadi ke publik yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menawarkan sejumlah produk, dan ternyata pengguna yang bersangkutan menyatakan tidak pernah berniat untuk menyebarluaskan data pribadi mereka. Pihak facebook menanggapi dengan mengklaim adanya perbaikan pada control terhadap hal pengendalian informasi pribadi atau privasi penggunanya.
Celah tersebut kemudian di dikoreksi oleh empat mahasiswa asal New York. Awalnya, Ilya, Raphael, Maxwell dan Daniel, dengan membuat tandingan facebook yang dinamakan diaspora, yang direncakan diluncurkan pada bulan september 2010. Keempat mahasiswa itu berharap bisa mendapatkan uang sekitar US$ 10.000 untuk membiayai pembuatan situs tersebut. Uniknya Mark Zuckerberg yang notabene pencipta facebook dikabarkan ikut mendonasikan dana untuk pengembangan situs Diaspora tersebut. Menurut mereka, diaspora akan menjadi open-source baru bagi mereka yang ingin meninggalkan Facebook, dan mencoba alternatif baru. “Diaspora telah bisa diakses dan kami menyukainya. Situs ini akan terbuka bagi umum pada 15 September mendatang,” tulis tim ini di blog mereka. Mereka juga menyatakan telah mempersiapkan cara sehingga para pengguna dapat menentukan konten apa saja yang dibagi kepada rekan-rekan mereka dan konten apa yang hanya dibagi terhadap orang-orang tertentu. “Kami paham ini adalah sebuah permasalahan rumit dan kami mencoba untuk mengatasinya secara serius,” lanjutnya lagi.
Tentu bukan hal mudah untuk “meruntuhkan” facebook, betapa tidak facebook memiliki 500 juta anggota dan diperkirakan bernilai US$33 milyard. Bukan hal yang mudah bukan?
toko komputer online jogja Sumber : http://www.helium.com / http://www.joindiaspora.com

